![]() |
| FBI Niat Gunakan Jari Teroris Mati untuk Buka iPhone (Foto: CNET) |
California - Rupanya FBI belum berhasil membobol passcode iPhone 5c milik teroris yang tewas setelah kejadian 2 Desember 2015 saat terjadinya serangan di San Bernandino karena Apple enggan unutk membantu FBI guna membobol passcode iPhone 5c milik mendiang Syed Farook. Namun FBI tidak putus asa begitu saja
Sebagaimana diberitakan Phone Arena, Jumat (19/2/2016), iPhone 5c itu mungkin akan mengungkap hubungan Farook dan istrinya sebelum 2 Desember saat terjadi serangan di San Bernardino. Serangan itu telah membunuh 14 orang termasuk dua teroris yang ditembak polisi.
Selain itu, ponsel tersebut berpeluang untuk mendapatkan target berikutnya. Oleh karena itu, FBI berniat membuka smartphone itu dengan sidik jari dari jasad Farook. Secara logika, hal itu akan lebih mudah ketimbang meretas passwordnya. Lagipula, orang yang telah meninggal seperti teroris tidak memiliki perlindungan hukum.
Masalahnya, iPhone 5c tidak mendukung scanner fingerprint Touch ID. Walaupun perangkat itu memiliki scanner, iOS hanya memungkinkan dibuka jika prosesnya dilakukan sebelum 48 jam setelah passcode.
source : disini


Blog ini merupakan Blog Dofollow, karena beberapa alasan tertentu, sobat bisa mencari backlink di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)
NB: Jika ingin menuliskan kode pada komentar harap gunakan Tool untuk mengkonversi kode tersebut agar kode bisa muncul dan jelas atau gunakan tool dibawah "Konversi Kode di Sini!".
Klik subscribe by email agar Anda segera tahu balasan komentar Anda